Sony Gagal Temukan Masalah Pada Baterai PC
Sony Corp sudah mengetahui masalah yang terjadi pada baterai untuk personal computer pada Desember tahun lalu, tapi mereka gagal menemukan cara untuk mengatasi masalah tersebut.
Raksasa elektronik Jepang itu sudah mengetahui terjadinya kebakaran pada baterai buatannya yang terpasang pada komputer merek Dell pada November 2005, tulis suratkabar Yomiuri Shimbun, Selasa.
Sony kemudian menyimpulkan bahwa baterai tersebut tidak kuat akibat terlalu panas dan masalah itu terjadi karena partikel logam mengkontaminasi baterai selama proses produksi.
Namun Sony tidak melakukan kajian terhadap baterai yang dipakai oleh komputer merek selain Dell karena mereka belum pernah mendapat laporan seperti yang dialami notebook Dell.
Suratkabar tersebut juga menyebutkan Sony tidak melakukan kajian menyeluruh terhadap sirkuit listrik dan peranti keras lainnya yang digunakan pada PC merek Dell.
Padahal jika Sony dapat menemukan masalah pada baterai buatannya lebih awal, mereka bisa menghindari penarikan produk besar-besaran dari pasar.
Pada Kamis lalu (28/9), Sony mengumumkan program pergantian global untuk baterai yang berpotensi bermasalah setelah sejumlah pabrikan komputer laptop terkemuka yang dilengkapi dengan baterai buatan Sony, mengumumkan dilakukannya serangkaian penarikan produk.
Sony kemudian menawarkan untuk mengganti pembungkus baterai untuk komputer notebook sebagai respons atas masalah overheating yang dialami di laptop Dell.
Sony telah menderita kerugian jutaan dolar AS akibat penarikan produk baterai lithium-ion untuk komputer laptop.
Dalam program penarikan produk terbaru, yang menimpa Lenovo, PC ThinkPad buatan IBM pada Mei tahun lalu, sekitar 526.000 baterai lithium-ion buatan Sony rawan terjadi overheating dan pergantian produk itu tak dikenakan biaya.
DISADUR DARI MEDIA INDONESIA ONLINE
