Jump to content


Benarkah Benua Atlantis Yang Hilang Itu Ternyata Indonesia ?


  • Please log in to reply
14 replies to this topic

#1 halim

halim

    정룡 :: حليم

  • e-modz
  • PipPipPipPipPipPipPipPip
  • 1,857 posts
  • Gender:Male
  • Location:~~ loa janan..
  • Interests:every-interesting-things

Posted 13 November 2007 - 06:34 PM


QUOTE
MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?

Plato (427 - 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.

Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato's Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Konteks Indonesia

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.

Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, "Amicus Plato, sed magis amica veritas." Artinya,"Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran."

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.

Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.

Sumber : Pikiran Rakyat

Further Information.. Click Here..

sekadar penyegar pikiran..

#2 volron

volron

    modz e-health

  • e-modz
  • PipPipPipPipPipPipPipPipPip
  • 3,680 posts
  • Gender:Male
  • Location:Samarinda
  • Interests:volron possesses an interesting balance of hemispheric and sensory characteristics, with a slight right-brain dominance and a slight preference for visual processing.<br /><br />google talk: isnuwardana di gmail dot com<br />skype: isnuwardana

Posted 14 November 2007 - 08:56 AM

Umm, tiap samudra punya "Atlantis"-nya sendiri-sendiri

Atlantis yang berada di Samudera Atlantik, berasal dari mitos Yunani
Mu di Samudera Pasifik, berasal dari mitos Maya, Amerika
Lemuria dengan kerajaan Kumari Kandam di Samudera Hindia, berasal dari mitos India

tinggal pilih happy.gif

Kalau sekedar daratan yang tenggelam, ada paparan Sunda, paparan Sahul, jembatan Bering, paparan Inggris
Who are You?
What do You want?
Where are You going?
Who do You serve?
Who do You trust?

#3 pendatang

pendatang

    Magister

  • Members
  • PipPipPipPipPipPipPip
  • 1,385 posts
  • Gender:Male
  • Location:Samarinda kota perjuangan

Posted 14 November 2007 - 09:02 AM

jangan2 di samarinda ato tepatnya di gatot subroto
soalnya tiap hujan dikit disitu dah jadi lautan...

#4 halim

halim

    정룡 :: حليم

  • e-modz
  • PipPipPipPipPipPipPipPip
  • 1,857 posts
  • Gender:Male
  • Location:~~ loa janan..
  • Interests:every-interesting-things

Posted 14 November 2007 - 02:58 PM

QUOTE(volron @ Nov 14 2007, 08:56 AM)  
Umm, tiap samudra punya "Atlantis"-nya sendiri-sendiri

Atlantis yang berada di Samudera Atlantik, berasal dari mitos Yunani
Mu di Samudera Pasifik, berasal dari mitos Maya, Amerika
Lemuria dengan kerajaan Kumari Kandam di Samudera Hindia, berasal dari mitos India

tinggal pilih happy.gif

Kalau sekedar daratan yang tenggelam, ada paparan Sunda, paparan Sahul, jembatan Bering, paparan Inggris

nah trus klo dari pendekatan budaya dan lain sebagainya gmn..??
org kita bisa bikin candi bla bla bla..
dan sapa tau di paparan yg tenggelam karena jaman es itu ada banyak situs dan bukti2 peradaban leluhur bangsa indo lainnya..
yg bukan mustahil lebih keren ketimbang yg ada saat ini..

#5 volron

volron

    modz e-health

  • e-modz
  • PipPipPipPipPipPipPipPipPip
  • 3,680 posts
  • Gender:Male
  • Location:Samarinda
  • Interests:volron possesses an interesting balance of hemispheric and sensory characteristics, with a slight right-brain dominance and a slight preference for visual processing.<br /><br />google talk: isnuwardana di gmail dot com<br />skype: isnuwardana

Posted 14 November 2007 - 06:50 PM

Okay, mungkin dulu ada bangsa yang besar di Indonesia ... tapi  aku  koq berpikir praktis ya, so what?

Mau ambil contoh kaum pendatang Australia, kebanyakan nenek moyang mereka adalah para penjahat yang dibuang dari Inggris karena penjara di Inggris penuh (dan Amerika memerdekakan diri, sehingga perlu tempat pembuangan lain)

Apa ini masih relevan dengan kondisi sekarang?
Who are You?
What do You want?
Where are You going?
Who do You serve?
Who do You trust?

#6 halim

halim

    정룡 :: حليم

  • e-modz
  • PipPipPipPipPipPipPipPip
  • 1,857 posts
  • Gender:Male
  • Location:~~ loa janan..
  • Interests:every-interesting-things

Posted 15 November 2007 - 05:46 PM

QUOTE(volron @ Nov 14 2007, 06:50 PM)  
Okay, mungkin dulu ada bangsa yang besar di Indonesia ... tapi  aku  koq berpikir praktis ya, so what?

Mau ambil contoh kaum pendatang Australia, kebanyakan nenek moyang mereka adalah para penjahat yang dibuang dari Inggris karena penjara di Inggris penuh (dan Amerika memerdekakan diri, sehingga perlu tempat pembuangan lain)

Apa ini masih relevan dengan kondisi sekarang?

tergantung konteks relevansinya kali..

misalnya masyarakat indonesia dieuforiakan dgn catatan nenek moyangnya (yg whether right or wrong) adalah warga atlantis..
beranjak dri asumsi ini, maka segala sektor diperkuat dgn mengusung latar belakang dan motivasi baru semisal "indonesia cemerlang"..
nah, dgn kemampuan psikologi massa, masyarakat akan jauh lebih termotivasi untuk bergerak sesuai dgn kata2 tokoh kharismatiknya..
jd masyarakat jauh lebih terkondisi utk mudah bekerjasama..
dan bisa jadi kasus penyimpangan sosial akan berkurang..

melihat contoh nazi yg mengusung latar belakang kemuliaan bangsa arianya..
bangsa indonesia bisa dikondisikan untuk memiliki harga diri kebangsaan dan kebangaan yg lebih terhadap indonesia..
pada saat sikap ini muncul, maka rasa memiliki indonesia juga lebih kuat..

(hahaha, aku kok terdengar macam machiavelli yg kalem ya..)

#7 volron

volron

    modz e-health

  • e-modz
  • PipPipPipPipPipPipPipPipPip
  • 3,680 posts
  • Gender:Male
  • Location:Samarinda
  • Interests:volron possesses an interesting balance of hemispheric and sensory characteristics, with a slight right-brain dominance and a slight preference for visual processing.<br /><br />google talk: isnuwardana di gmail dot com<br />skype: isnuwardana

Posted 15 November 2007 - 06:24 PM

bisa juga
meskipun kadang hanya bersifat simbol dan slogan

Indonesia yang negara kepulauan dan katanya nenek moyang pelaut malah yang kuat Angkatan Daratnya
Amerika Serikat yang negara benua malah kuat Angkatan Lautnya

Yang cocok itu Inggris dan Cina
Inggris negara kepulauan, Angkatan Lautnya kuat juga
Cina negara benua, Angkatan Daratnya juga paling besar
Who are You?
What do You want?
Where are You going?
Who do You serve?
Who do You trust?

#8 Big_Banner

Big_Banner

    SD

  • Members
  • PipPipPip
  • 57 posts
  • Gender:Male
  • Location:antara dunia khayalan dan dunia nyata
  • Interests:saya cuman manusia biasa yang akan terus belajar dan berjuang

Posted 23 December 2007 - 12:51 PM

silahkan di dunlot dan dibaca

http://rapidshare.com/files/45862338/Benua...a_Indonesia.PDF

#9 volron

volron

    modz e-health

  • e-modz
  • PipPipPipPipPipPipPipPipPip
  • 3,680 posts
  • Gender:Male
  • Location:Samarinda
  • Interests:volron possesses an interesting balance of hemispheric and sensory characteristics, with a slight right-brain dominance and a slight preference for visual processing.<br /><br />google talk: isnuwardana di gmail dot com<br />skype: isnuwardana

Posted 23 December 2007 - 06:15 PM

Kalo iya kenapa, kalo ngga kenapa.
Masalahnya mau membuktikan mitos juga ngga ada manfaatnya.
Mau bilang artinya bangsa Indonesia dulu adalah bangsa yang berasal dari Atlantis, tapi Australia sendiri ngga mempermasalahkan kalo kakek buyut mereka adalah penjahat yang dibuang dari penjara Inggris.
Who are You?
What do You want?
Where are You going?
Who do You serve?
Who do You trust?

#10 Big_Banner

Big_Banner

    SD

  • Members
  • PipPipPip
  • 57 posts
  • Gender:Male
  • Location:antara dunia khayalan dan dunia nyata
  • Interests:saya cuman manusia biasa yang akan terus belajar dan berjuang

Posted 23 December 2007 - 08:30 PM

^
^
^
^
^

kalo dulu indonesia adalah pusatnya (kota terbesar / ibu kota) atlantis, berarti sebelum gempa dan gunung merapi meletus yang melenyapkan peradaban modern (peradaban yg melebihi sekarang ini dalam kontek teknologi). sedikit tidaknya kita bangga ternyata kakek buyut kita adalah ilmuwan yg paling dihormati di dunia biggrin.gif




0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users