|
Seringkali orang ngomong "percaya deh,jodoh kamu ada di tangan Tuhan. Ga perlu khawatir,serahkan semua pada Dia". Ada lagi yang mengatakan "Aku tercipta untuk mu"."Aku lahir hanya untuk mu" "Aku ada untuk menemani kamu" "Tuhan mempertemukan kita" "Kita ada disini bukan karena kebetulan,amin?" "We are destined to meet together" dsb
Setelah melalui proses waktu dan pengalaman, saya pribadi akhirnya tidak percaya bahwa jodoh ada di tangan TUHAN. Kalo hidup dan mati di tangan TUHAN itu sangat saya percaya. TUHAN menciptakan manusia untuk berpasangan dengan yang lain, tapi saya belajar tidak menggunakan kata jodoh dalam hubungan tingkat apa pun untuk memanipulasi hubungan antara manusia. Saya lelah untuk berpikir saya jodoh si ini,si anu,si dodol,si garut,si benet,si charmer,si vista,si linux dan semacamnya, perspektif jodoh di tangan TUHAN itu intimidative dan suatu kebodohan. Berapa banyak mereka yang menghabiskan hidupnya berteman dengan sepi dan lara? Menjadi bujang2 lapuk,perawan2 tua,janda2 dan duda2 tubang karena memiliki konsep "Jodoh saya sudah diambil orang" "Jodoh saya sudah tiada" "Jodoh saya meninggalkan saya" ?
Jodoh diciptakan untuk menemani hidup kita,bukan untuk dilamunkan siang dan malam. Bukan untuk disesali bekasnya di kemudian hari,tapi untuk dinikmati sekalipun sudah dibingkai pigura "masa lalu".
Saya sendiri tidak mau berpikir bahwa TUHAN curang, bukan kah TUHAN itu baik? Ada yang mengatakan "Kalo baik,mengapa tidak diberikan jodoh yang ada di tanganNya itu? Mengapa tidak diberikan jodoh-jodoh itu pada yang membutuhkan?" TUHAN memberikan intervensi Surgawi,tapi manusia lah yang perlu berusaha,manusia yang perlu mencari. TUHAN memberikan pilihan. Jodoh ada di tangan kita, manusia yang menentukan..
|